Presentasi Pembelajaran Berbasis e-Learning
A.
Definisi E-Learning
Banyak pakar yang menguraikan definisi E-Learning dari
sudut pandang yang berbeda. Secara garis besar banyak orang mengatakan
E-Learning adalah sistem atau konsep pendidikan yang memanfaatkan teknologi
informasi dalam proses belajar mengajar.
Beberapa pakar menguraikan definisi E-Learning sebagai
berikut:
Ø E-Learning merupakan suatu jenis belajar mengajar
yang memungkinkan tersampaikannya bahan ajar ke siswa dengan menggunakan media
internet, intranet atau media jaringan komputer lain (Hartley, 2001).
Ø E-Learning adalah sistem pendidikan yang
menggunakan aplikasi elektronik untuk mendukung belajar mengajar dengan media
internet, jaringan komputer, maupun komputer standalone (LearnFrame.Com, 2001)
Ø E-learning adalah semua yang mencakup
pemanfaatan komputer dalam menunjang peningkatan kualitas pembelajaran,
termasuk di dalamnya penggunaan mobile technologies seperti PDA dan MP3
players. Juga penggunaan teaching materials berbasis web dan hypermedia,
multimedia CD-ROM atau web sites, forum diskusi, perangkat lunak kolaboratif,
e-mail, blogs, wikis, computer aided assessment, animasi pendidikan, simulasi,
permainan, perangkat lunak manajemen pembelajaran, electronic voting systems,
dan lain-lain. Juga dapat berupa kombinasi dari penggunaan media yang berbeda (Thomas Toth, 2003; Athabasca University,
Wikipedia).
Ø E-learning terdiri dari dua bagian yaitu e- yang
merupakan singkatan dari elektronika dan learning yang berarti pembelajaran.
Jadi e-learning berarti pembelajaran dengan menggunakan jasa bantuan perangkat
elektronika, khususnya perangkat komputer. (Maryati
S.Pd.,)
Ø E-Learning adalah proses pembelajaran yang
memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) secara sistematis dengan
mengintegrasikan semua komponen pembelajaran, termasuk interaksi pembelajaran
lintas ruang dan waktu, dengan kualitas yang terjamin.( Prof. Dr. Sulistyoweni Widanarko (BPMA).
Ø E-learning adalah sebuah rancangan aplikasi untuk
pengelolaan dan pendistribusian materi pendidikan dan latihan melalui berbagai
media elektronik, seperti Internet, LAN, WAN, broadband, wireless, dan
sebagainya. (Novira Putri Ayuningtyas).
Ø E-learning tidak hanya merupakan materi training
yang di-online-kan tetapi meliputi proses distribusi informasi, komunikasi,
edukasi, pelatihan, dan manajemen pengetahuan.
Ø E-learning merupakan sistem berbasis web
(internet) yang memungkinkan informasi dan pengetahuan dapat diakses oleh siapa
saja yang berhak serta kapan saja dan dimana saja.
Ø E-learning memberikan perangkat baru untuk
memberikan nilai tambah pada berbagai model pendidikan tradisional di kelas,
buku pelajaran, CD-ROM, serta pelatihan berbasis komputer lainnya.
Ø E-learning merupakan suatu proses belajar
mengajar yang memanfaatkan teknologi informasi (dalam hal ini internet) sebagai
sarana efektif dan memperluas pengetahuan sesuai dengan perkembangan ilmu
secara real-time. E-learning tidak akan menggantikan pertemuan di kelas tetapi
meningkatkan dan mengambil manfaat dari materi-materi dan teknologi pengiriman
baru untuk mendukung proses belajar mengajar. Dengan e-learning, para siswa
akan lebih diberdayakan, karena kini proses belajar-mengajar tidak lagi
berpusat pada guru tetapi beralih ke siswa. Dengan koneksi ke internet, seorang
siswa punya akses ke berbagai sumber informasi yang tak terbatas. Selain itu,
e-learning bersifat individual sehingga siswa yang aktif dan cepat menyerap
materi pelatihan akan bisa maju dengan lebih cepat.
Ø Matthew
Comercherodalam E-Learning, Concepts and Techniques ( Bloomsburg,
2006 )
mendefinisikan: E-learningadalah sarana pendidikan yang mencakup motivasi
diri sendiri, komunikasi, efisiensi, dan teknologi. Karena ada keterbatasan
dalam interaksi sosial, siswa harus menjaga diri mereka tetap termotivasi. E-learning
efisien karena mengeliminasi jarak dan arus pulang-pergi.Jarak dieliminasi
karena isi dari e-learning
didesain dengan media yang dapat diakses dariterminal komputer yang memiliki
peralatan yang sesuai dan sarana teknologi lainnya yang dapatmengakses jaringan
atau Internet. Dari definisi-definisi yang muncul dapat kita simpulkan
bahwa sistem atau konsep pendidikan yang memanfaatkan teknologi informasi dalam
proses belajar mengajar dapat disebut sebagai suatu e-Learning(Wahono, 2005, p. 1).
Ø Menurut Allan J. Henderson, E-learning
adalah pembelajaran jarak jauh yang menggunakan teknologi komputer, atau
biasanya Internet (The e-learning
Question and Answer Book, 2003). Henderson menambahkan juga bahwa
e-learning memungkinkan pembelajar untuk belajar melalui komputer di tempat
mereka masing-masing tanpa harus secara fisik pergi mengikuti pelajaran di
kelas.
Ø E-learning adalah sebuah proses pembelajaran yang
berbasis elektronik. Salah satu media yang digunakan adalah jaringan komputer.
Dengan dikembangkannya di jaringan komputer memungkinkan untuk dikembangkan
dalam bentuk berbasis web, sehingga kemudian dikembangkan ke jaringan komputer
yang lebih luas yaitu internet, inilah makanya system e-learning dengan
menggunakan internet disebut juga internet enabled learning. Penyajian
e-learning berbasis web ini bisa menjadi lebih interaktif. Informasi-informasi
perkuliahan juga bisa realtime. Begitu pula dengan komunikasinya, meskipun
tidak secara langsung tatap muka, tapi forum diskusi perkuliahan bisa dilakukan
secara online dan real time. System e-learning ini tidak memiliki batasan
akses, inilah yang memungkinkan perkuliahan bisa dilakukan lebih banyak waktu.(Nugraha,2007).
Ø William
Horton menjelaskan bahwa e-learning merupakan pembelajaran berbasis web
(yang bisa diakses dari Internet). Terdiri dari beberapa kata kunci ; Pembelajaran jarak jauh. E-learning
memungkinkan pembelajar untuk menimba ilmu tanpa harus secara fisik menghadiri
kelas.Pembelajaran dengan menggunakan
media elektronik. E-learning, seperti juga namanya “Electronic Learning” disampaikan
dengan menggunakan media elektronik yang terhubung dengan Internet (world wide
web yang menghubungkan semua unit komputer di seluruh dunia yang terkoneksi
dengan Internet) dan Intranet (jaringan yang bisa menghubungkan semua unit
komputer dalam sebuah perusahaan).Pembelajaran
formal vs. informal. E-learning dalam arti luas bisa mencakup
pembelajaran yang dilakukan di media elektronik (internet) baik secara formal
maupun informal.Pembelajaran yang di
tunjang oleh para ahli di bidang masing-masing.
Dari berbagai komentar yang dilontarkan, ada tiga
persamaan dalam hal manfaat yang
bisa dinikmati dari e-learning
yaitu Fleksibilitas,“Independent Learning”.
E-Learning tidak
diberikan semata-mata oleh mesin, tetapi seperti juga pembelajaran secara
konvensional di kelas, e-Learning ditunjang oleh para ahli di berbagai bidang
terkait. Bagaimana memanfaatkan e-learning secara optimal? Seperti halnya
pembelajaran dengan cara lain, e-learning bisa memberikan manfaat yang optimal
jika beberapa kondisi berikut terpenuhi, diantaranya:
§
Tujuan
§
Pembelajar
§
Dukungan
§ Media lain
§ Pilih yang
perlu
Komponen E-Learning mencakup:
v Perangkat keras
v Infrastruktur/jaringan
v Perangkat lunak
v Materi/Isi
v Strategi
interaksi
v Pemeran(dosen,dll)
Skenario
e-Learning memungkinkan mahasiswa dapat kontak langsung dengan: Mahasiswa lain,
Dosen, Berbagai materi dan sumber belajar dalam bentuk elektronik. Materi yang
dimaksud bisa dalam bentuk bahan ajar, materi tugas, soal ujian/tes maupun
bentuk linkages.
B.
Manfaat E-learning
Seperti sebagaimana yang disebutkan di
atas, e-learning telah mempersingkat
waktu pembelajaran dan membuat biaya studi lebih ekonomis. E-learning mempermudah interaksi antara peserta didik
dengan bahan/materi, peserta didik dengan dosen/guru/instruktur maupun sesama
peserta didik. Peserta didik dapat
saling berbagi informasi dan dapat mengakses bahan-bahan belajar setiap saat
dan berulang-ulang, dengan kondisi yang demikian itu peserta didik dapat
lebih memantapkan penguasaannya terhadap materi pembelajaran.
Dalam e-learning, faktor kehadiran guru
atau pengajar otomatis menjadi berkurang atau bahkan tidak ada. Hal ini
disebabkan karena yang mengambil peran guru adalah komputer dan panduan-panduan
elektronik yang dirancang oleh "contents writer", designer e-learning dan pemrogram komputer.
Dengan adanya e-learning para guru/ dosen/
instruktur akan lebih mudah :
Ø melakukan
pemutakhiran bahan-bahan belajar yang menjadi tanggung jawabnya sesuai dengan
tuntutan perkembangan keilmuan yang mutakhir
Ø mengembangkan
diri atau melakukan penelitian guna meningkatkan wawasannya
Ø mengontrol kegiatan
belajar peserta didik.
Ada beberapa manfaat pembelajaran elektronik atau e-learning yang lain,
diantaranya adalah:
Ø Pembelajaran
dari mana dan kapan saja (time and place flexibility).
Ø Bertambahnya
Interaksi pembelajaran antara peserta didik dengan guru atau
instruktur.
Ø Menjangkau
peserta didik dalam cakupan yang luas (global audience).
Ø Mempermudahpenyempurnaandanpenyimpananmateripembelajaran
(easy updating of content as well as archivable capabilities).
Manfaat
e-learning juga dapat dilihat dari 2 sudut pandang :
a) Manfaat bagi
siswa
Dengan kegiatan
e-Learning dimungkinkan berkembangnya fleksibilitas belajar yang tinggi.
Artinya, kita dapat mengakses
bahan-bahan belajar setiap saat dan berulang-ulang. Selain itu kita juga
dapat berkomunikasi dengan guru/dosen
setiap saat, misalnya melalui chatting dan email. Mengingat sumber
belajar yang sudah dikemas secara elektronik dan tersedia untuk diakses melalui
internet, maka kita dapat melakukan
interaksi dengan sumber belajar ini kapan saja dan dari mana saja, juga
tugas-tugas pekerjaan rumah dapat diserahkan kepada guru/dosen begitu selesai
dikerjakan.
b) Manfaat bagi
pengajar
Dengan adanya kegiatan e-Learning manfaat yang diperoleh
guru/dosen antara lain adalah bahwa guru/dosen/
instruktur akan lebih mudah melakukan pembaruan materi maupun model pengajaran
sesuai dengan tuntutan perkembangan keilmuan yang terjadi, juga dapat dengan efisien mengontrol kegiatan belajar
siswanya. Pengalaman negara lain dan juga pengalaman distance learning
di Indonesia ternyata menunjukkan sukses yang signifikan, antara lain:
·
mampu meningkatkan pemerataan
pendidikan
·
mengurangi angka putus sekolah atau
putus kuliah atau putus sekolah
·
meningkatkan prestasi belajar
·
meningkatkan kehadiran siswa di kelas
·
meningkatkan rasa percaya diri
·
meningkatkan wawasan (outward looking)
·
mengatasi kekurangan tenaga pendidikan
·
meningkatkan efisiensi. (Soekartawi, 2005)
Kehadiran
guru sebagai makhluk yang hidup yang dapat berinteraksi secara langsung dengan para murid telah menghilang dari
ruang-ruang elektronik e-learning ini. Inilah yang menjadi ciri khas dari kekurangan e-learning yang
tidak bagus. Sebagaimana asal kata dari e-learning yang terdiri dari e
(elektronik) dan learning (belajar), maka sistem ini mempunyai kelebihan dan
kekurangan.
E-learning mempermudah interaksi antara peserta didik
dengan bahan/materi pelajaran. Demikian juga interaksi antara peserta didik
dengan dosen/guru/instruktur maupun antara sesama peserta didik. Peserta didik
dapat saling berbagi informasi atau pendapat mengenai berbagai hal yang
menyangkut pelajaran ataupun kebutuhan pengembangan diri peserta didik. Guru
atau instruktur dapat menempatkan bahan-bahan belajar dan tugas-tugas yang
harus dikerjakan oleh peserta didik di tempat tertentu di dalam web untuk
diakses oleh para peserta didik. Sesuai dengan kebutuhan, guru/instruktur dapat
pula memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengakses bahan belajar
tertentu maupun soal-soal ujian yang hanya dapat diakses oleh peserta didik
sekali saja dan dalam rentangan waktu tertentu pula (Website Kudos, 2002).
Secara lebih rinci, manfaat e-Learning dapat dilihat dari
2 sudut, yaitu dari sudut peserta didik dan guru:
1.
Dari Sudut Peserta Didik
Dengan kegiatan e-Learning dimungkinkan berkembangnya
fleksibilitas belajar yang tinggi. Artinya, peserta didik dapat mengakses
bahan-bahan belajar setiap saat dan berulang-ulang. Peserta didik juga dapat
berkomunikasi dengan instruktur setiap saat. Dengan kondisi yang demikian ini,
peserta didik dapat lebih memantapkan penguasaannya terhadap materi
pembelajaran. Manakala fasilitas infrastruktur tidak hanya tersedia di daerah
perkotaan tetapi telah menjangkau daerah kecamatan dan pedesaan, maka kegiatan
e-Learning akan memberikan manfaat (Brown,
2000) kepada peserta didik yang ;
Ø belajar di
sekolah-sekolah kecil di daerah-daerah miskin untuk mengikuti mata pelajaran
tertentu yang tidak dapat diberikan oleh sekolahnya,
Ø mengikuti
program pendidikan keluarga di rumah (home schoolers) untuk mempelajarii materi
pembelajaran yang tidak dapat diajarkan oleh para orangtuanya, seperti bahasa
asing dan keterampilan di bidang komputer,
Ø merasa phobia
dengan sekolah, atau peserta didik yang dirawat di rumah sakit maupun di rumah,
yang putus sekolah tetapi berminat melanjutkan pendidikannya, yang dikeluarkan
oleh sekolah, maupun peserta didik yang berada di berbagai daerah atau bahkan
yang berada di luar negeri, dan
Ø tidak
tertampung di sekolah konvensional untuk mendapatkan pendidikan.
2.
Dari Sudut Instruktur (guru)
Dengan adanya kegiatan e-Learning (Soekartawi, 2002a,b), beberapa manfaat yang diperoleh instruktur
antara lain adalah bahwa instruktur dapat:
Ø lebih mudah
melakukan pemutakhiran bahan-bahan belajar yang menjadi tanggung-jawabnya
sesuai dengan tuntutan perkembangan keilmuan yang terjadi.
Ø mengembangkan
diri atau melakukan penelitian guna peningkatan wawasannya karena waktu luang
yang dimiliki relatif lebih banyak.
Ø mengontrol
kegiatan belajar peserta didik. Bahkan instruktur juga dapat mengetahui kapan
peserta didiknya belajar, topik apa yang dipelajari, berapa lama sesuatu topik
dipelajari, serta berapa kali topik tertentu dipelajari ulang.
Ø mengecek apakah
peserta didik telah mengerjakan soal-soal latihan setelah mempelajari topik
tertentu.
Ø memeriksa
jawaban peserta didik dan memberitahukan hasilnya kepada peserta didik.
Sedangkan manfaat pembelajaran elektronik menurut A. W. Bates (Bates, 1995) dan K. Wulf (Wulf, 1996) terdiri atas 4 hal,
yaitu:
1. Meningkatkan
kadar interaksi pembelajaran antara peserta didik dengan guru atau
instruktur (enhance interactivity). Apabila dirancang secara cermat,
pembelajaran elektronik dapat meningkatkan kadar interaksi pembelajaran, baik
antara peserta didik dengan guru/instruktur, antara sesama peserta didik,
maupun antara peserta didik dengan bahan belajar (enhance
interactivity). Berbeda halnya dengan pembelajaran yang bersifat konvensional.
Tidak semua peserta didik dalam kegiatan pembelajaran konvensional dapat,
berani atau mempunyai kesempatan untuk mengajukan pertanyaan ataupun menyampaikan
pendapatnya di dalam diskusi. Mengapa? Karena pada pembelajaran yang bersifat
konvensional, kesempatan yang ada atau yang disediakan dosen/guru/instruktur
untuk berdiskusi atau bertanya jawab sangat terbatas. Biasanya kesempatan yang
terbatas ini juga cenderung didominasi oleh beberapa peserta didik yang cepat
tanggap dan berani. Keadaan yang demikian ini tidak akan terjadi pada
pembelajaran elektronik. Peserta didik yang malu maupun yang ragu-ragu atau
kurang berani mempunyai peluang yang luas untuk mengajukan pertanyaan maupun
menyampaikan pernyataan/pendapat tanpa merasa diawasi atau mendapat tekanan
dari teman sekelas (Loftus, 2001).
2. Memungkinkan terjadinya interaksi
pembelajaran dari mana dan kapan saja (time and place flexibility). Mengingat
sumber belajar yang sudah dikemas secara elektronik dan tersedia untuk diakses
oleh peserta didik melalui internet, maka peserta didik dapat melakukan
interaksi dengan sumber belajar ini kapan saja dan dari mana saja (Dowling, 2002). Demikian juga dengan
tugas-tugas kegiatan pembelajaran, dapat diserahkan kepada instruktur begitu
selesai dikerjakan. Tidak perlu menunggu sampai ada janji untuk bertemu dengan
guru/instruktur. Peserta didik tidak terikat ketat dengan waktu dan tempat
penyelenggaraan kegiatan pembelajaran sebagaimana halnya pada pendidikan
konvensional. Dalam kaitan ini, Universitas Terbuka Inggris telah memanfaatkan
internet sebagai metode/media penyajian materi. Sedangkan di Universitas
Terbuka Indonesia (UT), penggunaan internet untuk kegiatan pembelajaran telah
dikembangkan. Pada tahap awal, penggunaan internet di UT masih terbatas untuk
kegiatan tutorial saja atau yang disebut sebagai “tutorial elektronik” (Anggoro, 2001).
3.
Menjangkau peserta didik dalam cakupan yang luas (potential to
reach adalah global audience). Dengan fleksibilitas waktu dan tempat, maka jumlah peserta didik yang dapat dijangkau melalui kegiatan pembelajaran elektronik semakinl ebih banyak atau meluas.Ruang dan tempat serta waktu tidak lagi menjadi hambatan.Siapasaja, di manas aja, dan kapan saja, seseorang dapat belajar. Interaksi dengan sumber belajar dilakukan melalui internet. Kesempatan belajar benar-benar terbuka lebar bagi siapa saja yang membutuhkan.
4. Mempermudah penyempurnaan dan penyimpanan materi pembelajaran (easy updating of
content as well as archivable capabilities). Fasilitas yang tersedia dalam teknologi internet dan berbagai perangkat lunak yang terus berkembang turut membantu mempermudah pengembangan bahan belajar elektronik .Demikian juga dengan penyempurnaan atau pemutakhiran bahan belaja rsesuai dengan tuntutan perkembangan materi keilmuannya dapat dilakukan secara periodic dan mudah. Di samping itu, penyempurnaan metode penyajian materi pembelajaran dapat pula dilakukan, baik yang
didasarkan atas umpan balik dari peserta didik maupun atas hasil penilaian instruktur selaku penanggung-jawab atau Pembina materi pembelajaran itu sendiri. Pengetahuan dan keterampilan untuk pengembangan bahan belajar elektronik ini perlu dikuasai terlebih dahulu oleh instruktur yang akan mengembangkan bahan belajar elektronik. Demikian juga dengan pengelolaan kegiatan pembelajarannya sendiri. Harus ada komitmen dari instruktur yang akan memantau perkembangan kegiatan belajarp eserta didiknya dan sekaligus secara teratur memotivasi peserta didiknya.
C.
Keuntungan Menggunakan E-learning
Keuntungan menggunakan e-Learning
diantaranya sebagai berikut (Wahono,2005,p.2):
a)
Fleksibel karena siswa dapat belajar
kapan saja, di mana saja, dan dengan tipe pembelajaran yang berbeda-beda.
b)
Menghemat waktu proses belajar mengajar.
c)
Mengurangi biaya perjalanan.
d)
Menghemat biaya pendidikan secara
keseluruhan (infrastruktur, peralatan, buku-buku).
D.
FiturE-learning
E-learningmemilikifitur-fitursebagaiberikut(Clark & Mayer, 2008, p. 10):
ü Konten yang
relevan dengan tujuan belajar.
ü Menggunakan
metode instruksional seperti;contoh dan praktek untuk membantu belajar.
ü Menggunakan
elemen media seperti;kalimat dan gambar untuk mendistribusikan konten dan
metode belajar.
ü Pembelajaran dapat secara langsung dengan instruktur ataupun belajar secara individu
ü Membangun
wawasan dan teknik baru yang dihubungkan dengan tujuan belajar.
E.
Elemen E-learning
Definisi e-learning
memiliki beberapa elemen tentang apa,
bagaimana, dan mengapadari e-learning(Clark & Mayer, 2008, p. 10):
1) Apa.E-learning memasukkan
baik konten, yaitu informasi, dan metode instruksional, yang mana teknik, untuk membantu orang
mempelajari konten belajar.
2) Bagaimana.E-learning
didistribusikan melalui komputer dalam bentuk kalimat dan gambar.
Pendistribusiannya dapat dalam bentuk gambaryang didesain
untuk belajar secara individu dan dalam media videoyang didesain
dengan bimbingan dari instruktur secara langsung.
3) Mengapa.E-learning ditujukan
untuk membantu pelajar mencapai tujuan belajarnya atau melakukan pekerjaannya.
F.
Aspek Penting dalam E-learning
1.
E-learning menciptakan
solusi belajar formal dan informal.
Salah satu
kesalahan berpikir tentang e-learningadalahe-learning
hanya menciptakan sistem belajar secara formal, seperti dalam bentuk kursus.
Namun faktanya adalahsaat
ini 80% pembelajaran didapat secara informal. Banyak orang saat beraktivitas
sehari-hari dan menghadapi suatu masalah membutuhkan solusi secepatnya. Dalam
hal ini, e-learning
haruslah memiliki karakteristik berikut:
·
just in time
–tersedia untuk
pengguna ketika mereka membutuhkannya untuk menyelesaikan tugasnya.
·
on-demand– tersediasetiapsaat.
·
bite-sized– tersedia dalam ukuran yang kecil agar dapat digunakan secara
cepat.
2.
E-learning menyediakan akses keberbagai macam sumber pembelajaran baik itu konten ataupun manusia.
Kesalahan lainnya dalam berpikir tentang e-learning bahwa e-learning hanya membuat kontens aja. Sebenarnya e-learning adalah sebuah aktivitass osial. E- learning menyediakan pengalaman belajar yang kuat melalui komunitas online pengguna e-learning. Karena manusia adalah makhluk sosial, jadi ada banyak kesempatan untuk berkomunikasi, berkolaborasi, dan berbagi ilmuan antara sesame pengguna e-learning.
3.
E-learning mendukung sekelompok orang atau grup
untuk belajar bersama.
E-learningbukan aktivitas
individu saja, tetapi juga mendukung sekelompok orang atau grup untuk
belajar bersama, baik untuk berkomunikasi, berkolaborasi, berbagi ilmu, dan
membentuk sebuah komunitas online yang
dapat dilakukan secara langsung (synchronous)
atau tidak langsung (asynchronous).
Bentuk pembelajaran tradisional bahwa pelajar harus pergi keluar untuk mencari pembelajaran mereka sendiri. Sedangkan Model e-learning disebut juga Pull Model of Learning(Knight, 2005, p. 11).
e-Learning berbasis blog
Informasi dan komunikasi bisa dilakukan
melalui blog. Lebih bagus lagi bila blog guru dan siswa saling
terintegrasi ke facebook, google plus, dan twitter serta media sosial
lainnya. Anak-anak digital native lebih menyukai media sosial yang mudah
dan murah.
Blog Sarana Ciptakan Informasi
Blog adalah media yang sangat murah
digunakan. Banyak blog gratis dapat digunakan sebagai media untuk
menuliskan informasi dari guru kepada siswa. Begitupun sebaliknya, siswa
dapat dilatih untuk menciptakan informasi di internet. Itulah
sebenarnya yang harus dilakukan dalam sekolah-sekolah kita.
Selama ini, siswa hanya diarahkan untuk
memperoleh atau mencari informasi di internet. Pembelajaran e-learning
atau pembelajaran jarak jauh yang dilakukan terkesan hanya satu arah.
Akibatnya, siswa kurang terlatih untuk menciptakan atau memberikan
informasi di internet. Hal ini dapat dibuktikan dengan banyaknya
tugas-tugas di sekolah yang ditugaskan oleh guru hanya untuk mencari informasi di
internet. Oleh karena itu perlu dicari terobosan baru agar siswa
(SMP-SMA) tidak hanya diarahkan mencari informasi, tetapi juga dapat menciptakan informasi di internet.
Ciptakan Informasi Dengan Menulis di Blog
Untuk dapat menciptakan informasi, siswa
harus terlebih dahulu dilatih untuk memiliki kreativitas dalam menulis.
Dengan memiliki kemampuan menulis, siswa diharapkan dapat
mengekspresikan diri, melakukan sosialisasi, promosi dan berbagi kepada
sesama. Semua itu dapat terjadi bila siswa memiliki minat yang kuat
dalam mengelola blog yang ter-update dengan baik.
Untuk mewujudkan hal tersebut di atas
diperlukan minat dan kreativitas, karena minat dan kreativitas begitu
penting dalam hidup manusia. Tanpa minat dan kreativitas manusia tidak
akan mampu bertahan menghadapi perubahan yang semakin cepat.
Salah satu bentuk minat dan kreativitas
itu dapat dituangkan dalam bentuk menulis di blog. Menulis adalah
kegiatan yang dilakukan untuk mengungkapkan gagasan atau ide ke dalam
bentuk tulisan agar dapat dibaca oleh orang lain. Menulis secara tidak
langsung mewakili kreativitas seseorang. Sayangnya, kebiasaan tersebut
kurang diminati oleh siswa. Mereka lebih suka menulis yang singkat
seperti di twitter.
Blog adalah publikasi sederhana
naskah-naskah yang ditata berdasarkan urutan waktu seperti layaknya
sebuah jurnal atau catatan harian. Sistem yang dipakai dikenal dengan
nama CMS biasa dipakai sebagai tempat di mana seseorang dapat
menciptakan, memberikan informasi dan berkomunikasi antar sesama di
seluruh dunia.
Blog adalah situs web yang mudah
digunakan tanpa dituntut paham bahasa, di mana seseorang dapat dengan
cepat mem-posting pemikirannya sendiri, berinteraksi dengan orang lain,
dan banyak lagi yang semuanya serba gratis. Keterampilan yang dibutuhkan
hanyalah kemampuan menulis atau mengetik dengan komputer. Blog bisa
dijadikan media e-learning yang sangat mudah dan murah.
Blog di internet baik sekali manfaatnya,
yakni menumbuhkan kreativitas dalam keterampilan menulis. Blog ibarat
buku tulis atau buku agenda kosong yang siap untuk diisi dengan
tulisan-tulisan orisinil. Dengan Blog, seseorang dituntut untuk kreatif
membuat tulisan-tulisan sendiri yang enak dibaca, bermanfaat untuk orang
lain, dan mengundang orang lain untuk beramai-ramai datang ke blognya
untuk saling berinteraksi dan memberikan komentar. Kegiatan nge-blog
bukan sekedar menjadi kegiatan menghabiskan waktu luang yang sia-sia
apabila dilakukan secara optimal. Menulis dan menerbitkan naskah di blog
akan sangat bermanfaat bagi si penulisnya maupun pembacanya.
Blog telah menjadi trend perkembangan
TIK berbasis internet saat ini. Bahkan blog sudah banyak diperlombakan
oleh berbagai lembaga (baik pemerintah maupun swasta). Aplikasi blog
juga terbukti sangat membantu guru dalam mengembangkan pembelajaran
e-learning di sekolah. Dengan blog, guru dapat memasukkan materi
pelajarannya dengan suasana yang berbeda dari membaca buku teks,
sehingga siswa dapat belajar mandiri dari blog yang dibuat guru.
Proses pembelajaran akan terjadi, bila
blog yang dibuat guru mengundang dan menarik siswa untuk membacanya,
sehingga terjadi interaksi antara siswa dan guru. Karenanya, guru pun
harus dapat mengajarkan siswa membuat blog di internet. Proses kreatif
akan muncul dari pembuatan blog yang sangat interaktif ini. Melalui
pembuatan blog akan terlihat kreativitas menulis siswa dan guru.
Untuk mewujudkan hal tersebut di atas,
diperlukan sebuah proses pembelajaran yang mengundang siswa untuk aktif,
inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan (PAIKEM). Melalui
pembelajaran yang mengundang diharapkan siswa akan lebih aktif dalam
bertanya, bercerita, mengungkapkan isi hatinya, belajar secara mandiri,
dan memiliki kreativitas menulis
Namun sangat disayangkan, menjamur dan
tumbuhnya blog di internet sekarang ini tidak diimbangi dengan budaya
menulis di kalangan siswa, sehingga banyak sekali blog siswa yang sudah
dibuat tidak ter-update (terisi tulisan baru) dengan baik, bahkan isinya banyak yang kosong sehingga hanya menjadi sampah-sampah informasi.
Kenyataan yang ada di sekolah, peserta
didik kurang banyak membaca, menyimak, dan mendengarkan sehingga mereka
kurang mampu menulis dengan baik. Menulis seolah menjadi beban berat
yang sangat sulit dilakukan. Mereka lebih senang bermain games, dan berchating ria juga bertukar foto di twitter, istagram, atau facebook. Twitter, facebook,dan games telah
berhasil menarik siswa ke dalam pembelajaran yang mengundang siswa
untuk aktif daripada menulis. Padahal menulis adalah sebuah kreativitas
yang dapat dimunculkan apabila sering berpikir dan terus berlatih
menulis dalam proses pembelajaran.
Menurut Dr. Wina Sanjaya, masalah yang
dihadapi dunia pendidikan kita saat ini adalah masalah lemahnya proses
pembelajaran. Dalam proses pembelajaran, peserta didik kurang didorong
untuk mengembangkan kemampuan berpikir. Proses pembelajaran di kelas
hanya diarahkan kepada proses kemampuan anak menghafal informasi; otak
anak dipaksa untuk mengingat dan menimbun berbagai informasi tanpa
dituntut untuk memahami informasi yang diingatnya itu untuk
menghubungkannya dengan kehidupannya sehari-hari. Akibatnya ketika
mereka lulus, mereka pintar secara teoritis, akan tetapi miskin aplikasi
Saat ini belum banyak sekolah yang
memanfaatkan jaringan internet dan intranet sebagai sarana pemanfaatan
TIK dalam proses pembelajarannya. Bahkan untuk mendownload materi
pembelajaran dari buku elektronik pun sekolah masih mengalami kendala.
Apalagi mengupload materi ke internet. Biaya akses internet masih terasa
mahal, dan jaringan intranet (LAN) di sekolah pun kurang berjalan
dengan baik. Padahal guru saat ini dituntut untuk mampu mengajarkan
internet dan intranet di sekolah.
Akibatnya guru harus pandai mencari
metode pembelajaran yang tepat dan membuat media pembelajaran yang
membantu guru agar materi yang diberikan sampai ke otak siswa. Belum
banyaknya sekolah yang berkonsentrasi penuh terhadap hal di atas membuka
lahan penelitian di bidang e-learning terbuka lebar untuk diteliti.
Terlebih lagi pada proses pembuatan dan pengelolaan blog di internet.
link blog yang saya gunakan : http://iinayuputri.blogspot.co.id/2018/05/presentasi-e-learning-kimia-hasil.html
Permasalahan :
1. Menurut pendapat anda sendiri, jelaskan apa saja manfaat blog dalam dunia pendidikan !
2. Setelah melihat blog saya tersebut menurut saudara apakah manfaat e-learning bagi dunia pendidikan ?
3. jelaskan alasan mengapa forum tatap muka masih dibutuhkan dalam kegiatan pembelajaran bebasis web/ e-learning ?
4. bagaimana langkah-langkah Untuk merancang dan mengimplementasikan pembelajaran berbasis web/e-learning ?
Permasalahan :
1. Menurut pendapat anda sendiri, jelaskan apa saja manfaat blog dalam dunia pendidikan !
2. Setelah melihat blog saya tersebut menurut saudara apakah manfaat e-learning bagi dunia pendidikan ?
3. jelaskan alasan mengapa forum tatap muka masih dibutuhkan dalam kegiatan pembelajaran bebasis web/ e-learning ?
4. bagaimana langkah-langkah Untuk merancang dan mengimplementasikan pembelajaran berbasis web/e-learning ?
Saya mencoba menjawab permasalahan 3.
BalasHapusForum tatap muka masih perlu dilakukan setelah belajar berbasis internet sebagai compatible atau pencocok ilmu yang didapatkan melalui web dengan konsep yang sebenarnya oleh guru.
Karena proses pembelajaran dengan sistem e-learning ini diperlukan tingkat keaktifan yang tinggi dari peserta pembelajar untuk berkembang dengan menggunakan berbagai sumber yang ada baik sumber utama berupa buku modul utama maupun sumber-sumber lainnya. Keberadaan tutor/ pembimbing hanya sebagai pengendali, pemicu awal, pengatur jalannya pembelajaran, dan pengkonfirmasi dari jalannya pembelajaran supaya tidak melebar dan fokus pada hal-hal yang menjadi tujuan pembelajaran.
Saya akan menjawab pertanyaan kedua (2) yaitu ; manfaatnya dapat mempermudah para pelajar mengakses informasi sehingga mampu mengefektiifkan pembelajaran siswa. Dan siswa akan mampu menjangkau informasi secara luas dan global.
BalasHapusberikut manfaat blog dalam dunia pendidikan:
BalasHapusBlog sebagai Sumber Informasi
Dalam dunia pendidikan dibutuhkan berbagai macam pengetahuan. Untuk itu guru dan siswa haruslah memiliki berbagai macam buku untuk mengembangkan pengetahuannya. Nah selain buku, ada satu wadah praktis yang bisa dimanfaatkan yaitu blog. Kita bisa mencari berbagai macam pengetahuan dari blog-blog yang ada didunia maya. Memang tingkat keakuratannya tidak begitu tinggi, namun sangat bermanfaat sebagai pelengkap dari pengetahuan yang kita miliki. Karena sebagai mana kita ketahui, internet merupakan jaringan yang sangat cepat, sehingga informasi terbaru juga akan lebih cepat didapatkan. Tentu saja ini membantu penambahan sumber informasi bagi dunia pendidikan, baik itu untuk guru maupun siswa.
2. Blog sebagai Media Pembelajaran
Pernahkah sobat melakukan belajar online bersama guru didunia maya? Ya, semakin pesatnya teknologi memang memungkinkan semua itu akan terjadi. Belajar bisa dilakukan dari jarak jauh dengan menggunakan blog. Biasanya guru yang akan menyediakan bahan diblognya, kemudian para siswa akan dituntut untuk membuka blog tersebut untuk mengikuti proses pembelajaran. Suatu kegiatan yang mungkin terjadi saat ini.
3. Blog sebagai Penunjang Bakat dan Minat
Fenomenanya pada saat sekarang ini, tidak semua siswa yang suka ngeblog. Beberapa diantara siswa lebih memilih bakat didunia nyata dibandingkan dunia maya. Contohnya siswa yang suka basket, dia tidak akan suka ngeblog. Biasanya siswa yang suka ngeblog itu adalah siswa yang hobby fotografi, sastra, seni atau lainnya. Dengan demikian siswa yang hobi fotografi akan dengan mudah memampangkan hasil karya mereka diblognya. Siswa yang hobi sastra akan lebih senang menulis diblognya. Siswa yang hobi seni akan lebih sering memampangkan drama teater diblognya. Otomatis blog sangat berfungsi bagi du, nia pendidikan salah satunya menunjang bakat dan minat siswa.
4. Blog sebagai Sarana Promosi Institusi
Dengan blog, sebuah institut pendidikan bisa mempromosikan diri. Ini sangat berpengaruh terhadap dunia pendidikan. Sebagai calon siswa kita akan dengan mudah mengetahui informasi tentang sebuah institut pendidikan dari blog khusus yang mereka miliki.
BalasHapusSaya akan menjawab permasalahan no 4. Menurut saya dalam membuat dN mengaplikasikan e_ learning kita harus paham akan teknologi yang mampu diikut sertakan dalam kegiatan e_ learning. Kemudian didalam pengaplikasiannya harus ada beberapa hal yang penting yaitu adanya tujuan , intraksi, tugas, jawaban, web, internet, evaluasi, dan hasil evaluasi.